SELADA
Family Asteraceae
Deskripsi
Jenis
yang banyak diusahakan di dataran rendah ialah selada daun. Jenis ini
begitu toleran terhadap dataran rendah sampai di daerah yang sepanas dan
serendah Jakarta pun masih subur dan bagus pertumbuhannya. Selada daun
memiliki daun yang berwama hijau segar, tepinya bergerigi atau berombak,
dan lebih enak dimakan mentah. Varietas selada daun yang baik antara
lain new york, imperial, great lakes, dan pennlake.
Manfaat
Selada
(Lactuca sativa) memiliki penampilan yang menarik. Ada yang berwama
hijau segar dan ada juga yang berwama merah. Selain sebagai sayuran,
daun selada yang agak keriting ini sering dijadikan penghias hidangan.
Syarat Tumbuh
Selada
yang ditanam di dataran rendah cenderung lebih cepat berbunga dan
berbiji. Suhu optimal bagi pertumbuhan selada ialah antara 15-25°C.
Jenis tanah yang disukai selada ialah lempung berdebu, lempung berpasir,
dan tanah yang masih mengandung humus. Meskipun demikian, selada masih
toleran terhadap tanah-tanah yang miskin hara asalkan diberi pengairan
dan pupuk organik yang memadai. Sebaiknya tanah tersebut bereaksi
netral. Jika tanah asam, daun selada menjadi kuning. Oleh karena itu,
untuk tanah yang asam sebaiknya dilakukan pengapuran terlebih dahulu
sebelum penanaman.
Pedoman Budidaya
Benih
Selada diperbanyak dengan biji. Bijinya, yang’ kecil diperoleh dari
tanaman yang dibiarkan berbunga dan bertiuah. Setelah tua tanaman
dipetik dan diambil bijinya. Namun, sekarang benih selada banyak dijual
di toko pertanian. Khusus untuk benih selada hibrida lebih baik dibeli
di toko. Hal ini bertujuan agar produksi dan mutu produksinya tetap
prima. Untuk satu hektar lahan dibutuhkan sekitar 250 g benih. Umumnya
benih selada disemai terlebih dahulu: Penanaman langsung dapat saja
dilakukan, namun lebih baik kalau disemaikan lebih dahulu. Penyemaian
dapat dilakukan di dalam kotak ataupun di lahan. Bila di lahan lakukan
pengolahan tanah hingga gembur. Tambahkan pasir dan pupuk kandang.
Taburkan bibit secara merata. Lalu tutupi dengan lapisan tanah
tipis-tipis. Setelah berumur sekitar 3 minggu bibit siap dipindahkan ke
lahan. Penanaman Tanah yang hendak ditanami diolah dahulu. Tanah
dicangkul sedalam 20 cm. Balu-batu kecil maupun besar dikeluarkan dari
lahan. tanah yang mengeras atau berbungkah dihaluskan. Ini penting
karena perakaran tanaman selada yang kecil dan dangkal sulit menembus
lapisan tanah yang keras. Selada ditanam dalam bedengan-bedengan. Lebar
bedengan 1-1,2 m dengan tinggi permukaan tanah sekitar 20 cm. Panjang
bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan. Antarbedengan dibuat parit
kecil tempat mengatur kelebihan atau kekurangan air. Sedang jarak tanam
yang digunakan adalah 20 x 25 cm.
Pemeliharaan
Pemeliharaan
Ketika tanaman berumur 2 minggu sudah harus dilakukan penyiangan. Hal
ini karena perakaran selada dangkal sehingga kurang mampu bersaing
dengan tanaman lain dalam menyerap hara. Penyiangan juga berfungsi untuk
menekan serangan hama-penyakit. Interval pengerjaannya adalah seminggu
sekali. Pengairan pada tanaman selada patut mendapat perhatian. Apalagi
di dataran rendah di mana udara lebih panas dan sering kekurangan air.
Kebutuhan air mutlak dipenuhi pada awal pcnanaman, saat penyiangan
pertama (umur 2 minggu), dan ketika tanaman berumur sebulan. Bila hujan
tidak turun, lakukan penyiraman dengan gcmbor atau melewatkan air
melalui parit pengairan. Jaga pula agar parit pengairan mampu melewatkan
kelebihan air di saat turun hujan lebat. Pemupukan Kebutuhan pupuk
kandang untuk tanaman selada adalah 10 ton/ha. Pupuk ini dicampurkan di
permukaan areal tanam. Selain pvpuk kandang, tambahkan juga pupuk kimia
terutama Urea. Dosis yang dibcrikan ialah Urea 200 kg, TSP 100 kg, dan
KCI 100 kg ger hektar. Pupuk diberikan dalam aluran di kiri-kanan
tanaman. Pemberiannya dilakukan saat penanaman.
Hama dan Penyakit
Tanaman
selada sering menjadi sasaran kutu daun. Akibat serangan hama ini daun
mengerut dan mengering karena kurang cairan. Jika tanaman muda yang
diserang maka pertumbuhan tanaman tidak sempurna atau kerdil.
Insektisida yang biasa digunakan untuk mengendalikan kutu- ini antara
lain Diazinon; Bayrusil, atau Orthene 75 SP. Semprotkan dengan dosis 2
cc/l air. Hama thrips cukup merisaukan petani selada. Ciri serangan
thrips ialah daun menguning, mengering, dan tcrakhir tanaman mati. Hama
ini dapat dikendalikan dengan Tamarot 200 EC, Bayrusil 250 EC, atau
Tokuthion 500 EC dengan dosis 2 ml/l air. Penyakit yang sering ditemui
di lahan selada ialah busuk batang. Gejalanya ditandai oleh batang yang
melunak dan berlendir. Penyebabnya ialah cendawan Rhizoctonia solani.
Bila menyerang tanaman di persemaian, sering mengakibatkan busuk akar.
Saat kondisi lahan lembap serangan penyakit bisa menghebat, Untuk
pencegahannya, kebersihan lahan harus dijaga dan kelembapan lahan
dikurangi. Dapat pula dilakukan penyemprotan fungisida Maneb atau
Dithane M 45 dengan dosiss 2 g/l.
Panen dan Pasca Panen
Selada
dapat dipanen ketika berumur 2-3 bulan setelah tanam. Namun, bisa saja
kurang dari umur tersebut tanaman sudah layak konsumsi, jadi bisa
dipanen lebih cepat. Cara panen selada dengan memotong bagian tanaman di
atas permukaan tanah. Bisa juga dengan mencabut semua bagian termasuk
akar. Setelah akar dicuci, daun-daun yang rusak dibuang. Kelompokkan
selada berdasar ukuran. Yang besar dengan yang besar dan yang kecil
dengan yarrg kecil. Selada ini harus segera dipasarkan karena tak tahan
panas dan penguapan.
0 komentar:
Post a Comment